Bisnis Narkoba Marak di Siantar - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, November 26, 2018

Bisnis Narkoba Marak di Siantar

IMG-64040
Foto
METRO-MEDIA.ONLINEPeredaran narkoba dan tindak pidana penipuan melalui ponsel atau HP (parengkol), di Lembaga Pemasyarakatan Klas 2 A Siantar disebut semakin marak. Bisnis narkoba di Lapas Kelas IIA Siantar itu disebut-sebut dikendalikan seorang bos berinisial HS alias BK, yang merupakan narapidana kasus narkotika. Hal itu terungkap setelah 2 rekaman video berikut keterangan tertulis telah dikirimkan kepada metro24jam.com oleh seseorang yang mengaku berada di dalam Lapas. Dalam keterangannya, sumber tersebut mengatakan, bahwa dalam menjalankan bisnis narkotika, HS dibantu beberapa orang yang juga narapidana di blok-blok kamar Napi.

 Selain itu, di dalam Lapas, ada juga di blok atau kamar napi yang ditempati oleh seorang bos dan narapidana yang biasa bekerja sebagai parengkol atau pelaku penipuan melalui HP dengan modus menemukan dompet, bagi hasil atau ‘aciong’ dan modus lelang dan lain sebagainya. Para napi itu disebutkan menempati berbagai blok, mulai dari Blok B, Enggang, Beringin dan lain-lain, Dalam modus penipuan yang disebut ‘parengkol’ ini, kebanyakan calon korbannya disebut diiminging-imingi akan mendapatkan bagian dari hasil masing-masing modus penipuan itu lalu dibujuk untuk mengisikan pulsa atau mengirimkan uang melalui transfer bank.

BACA JUGA :


 Tak sedikit korban yang sudah terjebak dan bahkan ada yang disebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. “Si HS alias BK ini juga juga menyuplai narkoba ke setiap bos parengkol untuk dijual kembali kepada anggota masing-masing,” sebut sumber. Beberapa nama bos parengkol atau napi pelaku penipuan yang menjalankan bisnis narkoba milik HS disebutkan. Mereka itu antara lain, NG, AT alias WA, IB, AR alias KK dan PD serta PS dari berbagai blok sel Napi. Selain itu masih ada IW, seorang napi yang disebut asal Tanjungbalai, TT alias KG dan TL, serta masih banyak lagi. Tak tanggung-tanggung, bisnis narkotika yang dijalankan HS di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar tersebut beromset ratusan juta rupiah setiap pekannya. Ironisnya, petugas lapas disebut seolah tutup mata dengan kegiatan tersebut. “Mungkin sudah dapat upeti, makanya bisnis yang dijalankan HS sangat lancar tanpa tersentuh hukum sama sekali,” kata sumber. Sementara, dalam rekaman video yang diterima redaksi tersebut, terlihat beberapa orang sedang melakukan persiapan sampai berpesta sabu-sabu dengan bebasnya.

 Video itu diyakinkan sumber direkam di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar. Di akhir pesannya, sumber meminta agar tidak mencantumkan apapun terkait identitasnya. “Mohon data info dan pemberi laporan dirahasiakan, karena dampaknya bisa berbahaya bagi saya,” katanya. Sementara itu, Humas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar, Hiras, ketika dikonfirmasi mengakui bahwa video yang beredar tersebut benar diambil di dalam lokasi Lapas Siantar. “Iya benar, video itu di Lapas Siantar. Ini kita lagi mencek orang-orang yang mirip dalam video itu, dan 2 orang nampak kali di video sudah kita periksa,” kata Hiras melalui pesan Whatshapp, Senin (26/11/2018), sekira jam 17.00 Wib. Meski begitu, Hiras mengatakan, pihak Lapas masih sedikit kesulitan saat melakukan pemeriksaan, karena di dalam satu kamar ada 30 orang narapidana. Terpisah, Kasat Narkoba Simalungun, AKP Heri Edrino Sihombing saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, juga mengaku sudah melihat video yang beredar tersebut. “Saya sudah liat video itu, dan kita juga sudah berkordinasi dengan pihak Lapas, untuk melakukan penggerebekan. Karena, kewenangannya di dalam Lapas. Mereka (petugas Lapas) dulu baru nanti mereka panggil kita. Jadi kita sudah kordinasi,” kata Sihombing dari seberang telepon. Terkait penipuan melalui HP, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ruzi Guzman, hingga Senin (26/11/2018) malam belum berhasil dikonfirmasi. (M24)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber