Buya Syafi'i soal Prabowo Sebut Korupsi Stadium 4: Sejak Orde Baru - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Friday, November 30, 2018

Buya Syafi'i soal Prabowo Sebut Korupsi Stadium 4: Sejak Orde Baru

Foto
METRO-MEDIA.ONLINECendekiawan muslim yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafi'i Ma'arif atau akrab disapa Buya Syafi'i, menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengibaratkan korupsi di Indonesia sebagai kanker stadium 4.
Menurut Buya Syafi'i, parahnya korupsi di Indonesia bukan hanya terjadi pada masa pemerintah saat ini. Melainkan sudah terjadi sejak lama, terutama pada masa rezim Soeharto atau Orde Baru.
"Korupsi bukan (hanya) sekarang. Stadium 3, stadium 4, sudah lama, terutama sejak orde baru itu," kata Buya Syafi'i di Yogyakarta, Jumat (30/11).BACA JUGA :


Buya Syafi'i berpendapat masalah korupsi di Indonesia memang belum dapat diselesaikan dan cenderung masih menggurita. "Memang belum berhasil kita memberantas korupsi, korupsinya memang sudah masif dan menggurita," ujarnya.
Masalah pemberantasan korupsi saat ini, kata Buya Syafi'i, merupakan tantangan yang harus diselesaikan masyarakat Indonesia. Dia menilai siapapun pemimpin Indonesia harus memberi perhatian pada masalah pemberantasan korupsi.
"Ini tantangan. Siapapun kepala negara, siapapun yang berkuasa ini, (pemberantasan korupsi) memang tidak mudah," ungkapnya.
Pemberantasan korupsi dinilai bukan hanya dengan tindakan preventif atau pencegahan, tetapi juga penegakan hukum. Buya Syafi'i menganggap lembaga antikorupsi seperti KPK mesti terus bekerja sebagai lembaga yang efektif untuk memberantas korupsi.
"Memang itulah, tubuh bangsa ini sudah dililit oleh perbuatan korup. Inilah masalah kita bersama. Tapi eksistensi KPK harus dipertahankan," tutup Buya Syafi'i. (KPN)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber