Perokok, Tanda Orang Ber-IQ Rendah? - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Tuesday, November 6, 2018

Perokok, Tanda Orang Ber-IQ Rendah?

image_title
Pembeli Rokok
METRO-MEDIA.ONLINE - Tidak ada yang tampak aneh dengan orang yang merokok. Anda yang sedang membaca artikel ini mungkin juga seorang perokok. Jika bukan, orang-orang di sekitar Anda; seperti teman, keluarga, atau rekan kerja, adalah perokok.
Temuan dari peneliti berikut ini, mungkin akan mengerutkan kening Anda, terutama jika bibir Anda kerap mengepulkan asap dari tembakau yang dibakar itu. Dikatakan peneliti, bahwa merokok merupakan tanda pelakunya memiliki skor IQ di bawah rata-rata.

Penelitian itu dimuat jurnal Addiction yang dilansir laman PsyBlog 7 November 2018, di situ dijelaskan, skor IQ rata-rata untuk laki-laki muda non-perokok adalah 101, sedangkan skor rata-rata untuk populasi adalah 100.
Temuan dari peneliti berikut ini, mungkin akan mengerutkan kening Anda, terutama jika bibir Anda kerap mengepulkan asap dari tembakau yang dibakar itu. Dikatakan peneliti, bahwa merokok merupakan tanda pelakunya memiliki skor IQ di bawah rata-rata.
BACA JUGA :


Penelitian itu dimuat jurnal Addiction yang dilansir laman PsyBlog 7 November 2018, di situ dijelaskan, skor IQ rata-rata untuk laki-laki muda non-perokok adalah 101, sedangkan skor rata-rata untuk populasi adalah 100.
Weiser melanjutkan, “Orang-orang yang IQ-nya di bawah rata-rata, cenderung membuat keputusan yang buruk dengan kesehatan mereka," katanya.
Anak-anak sekolah yang telah diketahui memiliki IQ rendah, dapat dianggap berisiko memulai kebiasaan itu. Maka itu, mereka dapat ditargetkan untuk menerima pendidikan atau terapi khusus untuk mencegah kebiasaan merokok.
Demikian pula gizi buruk, kata Weiser, masalah dengan narkotika dan obesitas juga terkait dengan IQ rendah. “Orang dengan IQ rendah tidak hanya rentan terhadap kecanduan seperti merokok. Mereka juga cenderung memiliki masalah obesitas, nutrisi dan narkotika," katanya.
Studi ini diklaim menambah bukti dari penelitian yang terus berkembang. Ini dapat membantu orang tua dan profesional kesehatan mencegah remaja yang berisiko (kecanduan rokok, obat, dan obesitas) untuk membuat pilihan hidup yang lebih baik.(VV)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber