Skripsi Ditolak, Mahasiswa di Medan Gantung Diri‎ - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Wednesday, November 21, 2018

Skripsi Ditolak, Mahasiswa di Medan Gantung Diri‎

Hasil gambar untuk GANTUNG DIRI
Ilustrasi
METRO-MEDIA.ONLINEDiduga mengalami stres, Marolop Marko Manurung nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sebuah rumah di Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu petang, 21 November 2018.
Marko sebelumnya sempat bercerita ia sedang sibuk mengerjakan skripsi. Namun, skripsi pria berusia 23 tahun itu beberapa kali ditolak oleh dosen pembimbingnya. Diduga kuat, alasan ini yang melatari mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan itu nekat mengakhiri hidupnya.

"Baik ini anaknya. Kalau menurut keterangan Edak (keluarga Marko) itu, korban ada masalah di kampusnya. Katanya skripsinya ditolak dosennya sehingga dia jadi depresi," ucap seorang wanita, yang merupakan tetangga Marko, yang enggan menyebutkan nama.
Marko sebelumnya sempat bercerita ia sedang sibuk mengerjakan skripsi. Namun, skripsi pria berusia 23 tahun itu beberapa kali ditolak oleh dosen pembimbingnya. Diduga kuat, alasan ini yang melatari mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Medan itu nekat mengakhiri hidupnya.
BACA JUGA :


"Baik ini anaknya. Kalau menurut keterangan Edak (keluarga Marko) itu, korban ada masalah di kampusnya. Katanya skripsinya ditolak dosennya sehingga dia jadi depresi," ucap seorang wanita, yang merupakan tetangga Marko, yang enggan menyebutkan nama.Menurutnya, Marko jarang bergaul dan pendiam. Warga tidak pernah menyangka Marko tewas dengan cara gantung diri. "Baik orangnya. Tapi itu, jarang berteman di sini. Setiap pulang kuliah di rumah saja," tutur wanita itu.Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri, mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi atas tewasnya Marko. Karena murni bunuh diri dan tidak ada kekerasan di tubuh Marko, keluarga korban meminta polisi tidak melakukan autopsi.
"Hasil pemeriksaan Tim Inafis tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena bunuh diri. Keluarga mohon agar jasad korban tidak dilakukan autopsi, karena keluarga sudah menerima kematian korban," ujar Faidil Zikri. (VV)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber