WADUHHH.. SEJUMLAH REMAJA KECANDUAN AIR REBUSAN PEMBALUT WANITA - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Wednesday, November 7, 2018

WADUHHH.. SEJUMLAH REMAJA KECANDUAN AIR REBUSAN PEMBALUT WANITA

Remaja kecanduan
METRO-MEDIA.ONLINE - Sejumlah remaja yang kecanduan air rebusan pembalut wanita memiliki perilaku menyimpang dan berpotensi bertindak kriminal. Puluhan anak di Jawa Tengah yang menjadi pecandu sering disebut bakal menjadi “Raja Ong”.
“Biasanya anak-anak yang kecanduan ini akan menjadi ‘Raja Ong’, yaitu raja bengong, raja bohong, dan raja nyolong,” kata psikolog, Indra Dwi Purnomo, yang turut menangani anak-anak pecandu rebusan air pembalut, di Kantor BNNP Jateng, Rabu (7/11/2018).

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Katholik (Unika) Soegijapranoto Semarang itu mengatakan, anak-anak yang mengonsumsi air rebusan pembalut akan mudah kehilangan konsentrasi hingga lebih banyak bengong. Perilaku buruk selanjutnya adalah menjadi gemar berbohong, hingga mencuri barang-barang untuk dijual.
“Ini sudah menjadi rangkaian mulai bengong, bohong, dan nyolong. Bengong misalnya waktu di sekolah dia tidak bisa konsentrasi. Setelah itu dia akan banyak alasan hingga berbohong, dan nyolong. Ambil-barang-barang untuk dijual agar punya uang untuk beli barang (pembalut atau narkotika),” bebernya.
BACA JUGA :

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, menambahkan, perilaku menyimpang remaja yang menjadi pecandu narkotika cenderung bertindak kriminal. Apalagi, bila pecandu tak memiliki banyak materi dan bukan dari keluarga berada.
“Minimal dia nyolong di keluarga, sudah banyak yang seperti itu. Saya menemukan fenomena di lapangan seperti itu. Kalau secara detail perilaku kriminal lainnya kita belum dapat datanya. Polisi yang lebih tahu,” tukasnya.(lt)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber