Otak Penyelundup 73 Kg Sabu di Aceh Ternyata Napi dan Keluarganya - Metro Media

Hot News

Buat Anda Yang Ingin Menabung Akhirat

Buat anda yang ingin menabung akhirat dalam pendidikan anak yatim piatu,bisa mendonasikan sedikit rezekinya ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Tuesday, January 15, 2019

Otak Penyelundup 73 Kg Sabu di Aceh Ternyata Napi dan Keluarganya

Barang Bukti
METRO-MEDIA.ONLINEBadan Narkotika Nasional (BNN) meringkus lima penyelundup 73 kilogram sabu dan 10 ribu ekstasi di Perairan Lhoksukon Aceh, Kamis (10/1). Para tersangka terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK) berinisial SB (28), MZ (28), MZK (30), MT (23) dan seorang narapidana Tanjung Gusta, Medan, bernama RBA (55).
"Kelimanya masih dalam ikatan keluarga," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari saat menggelar konferensi pers di Belawan, Selasa (15/1).
Setelah kasus dikembangkan, RBA rupanya bertindak sebagai otak penyelundupan. Di balik jeruji besi, RBA mengendalikan proses penyelundupan dengan memesan narkoba dari Thailand melalui jaringannya di lembaga pemasyarakatan (lapas). BACA JUGA :

RBA lalu melibatkan keluarganya, termasuk anak dan menantunya, untuk melancarkan bisnis tersebut. Padahal, RBA sedang menjalani vonis seumur hidup karena kasus penyelundupan narkoba seberat 14 kilogram.
"Sabu dibawa lewat jalur laut melalui menantunya, MZ, yang menjemput di tengah laut. MZ sendiri merupakan suami dari MT, anak kandung RBA. Ketika MZ tertangkap, kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap MT," ujar Arman.
Seluruh tersangka saat ini telah ditahan. Barang bukti berupa narkoba, kapal, serta perlengkapan komunikasi juga diamankan di Pelabuhan Bea dan Cukai Belawan untuk keperluan pengembangan kasus.
Adapun sabu yang disita memiliki tingkat kemurnian 96,2 persen. "Rencananya, jika berhasil, sabu dan ekstasi akan disebar ke seluruh Indonesia. Namun tujuan utamanya di Sumut," jelas Arman Arman berharap kasus ini menjadi peringatan untuk semua aparat agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap jalur laut yang biasa digunakan para penyelundup narkoba, terutama dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura maupun Thailand.
Sebelumnya, Arman mengungkapkan, kapal bernama KM Karibia itu diawaki oleh 3 kru kapal. Modus penyelundupan dilakukan dengan cara memindahkannya dari kapal satu ke kapal lainnya.
"(Narkoba) diserahterimakan di tengah laut perbatasan Malaysia dengan Indonesia dari kapal ke kapal (ship to ship). Kemudian dibawa ke wilayah Aceh dengan menggunakan kapal kayu bernama KM Karibia," ujar Arman, Senin (14/1). (KPN)

No comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Redaksi | UU Pers | Kode Etik | Pedoman Media Cyber